Jumat, 26 Desember 2008

Sebuah Perjuangan

beberapa waktu yang lalu seorang sahabat kalian mengirimkan sms kepada saya. sebuah pertanyaan yang mengingatkan saya kembali kepada masa masa menjelang ujian Nasional serta pengumuman PMDK (bukan Persatuan Mahasiswa DuaKoma looo...) :) stress, perasaan galau bercampur aduk dengan harap harap cemas....
saya pun teringat kembali dengan sebuah kisah yang pernah diceritakan kepada saya pada saat kondisi dan situasi yang sama pula...
cerita ini diceritakan oleh seorang kakak pembina Rohis Yang waktu itu kebetulan duduk disebelah saya pada sebuah acara.. :) (Semoga dirinya selalu dilimpahkan keberkahan)

pada sebuah proyek pembangunan tower, seorang pimpinan proyek (PimPro) meminta salah satu anak buahnya yang dikenal ulet, pintar lagi genius (lebay..) untuk menyelesaikan proyek tersebut. dalam kasus inn sang anak buah kita sebut sebagai pekerja1. ketika pekerja1 ditawari proyek ini oleh PimPro, pekerja1 menyanggupinya dengan menjanjikan akan selesai dalam kurun waktu 1 bulan.hari berganti, minggun berlanjut, maka tibalah pada waktu kesepakatan. namun apa yang dihasilkan oleh pekerja1??? Proyek belum selesai.

PimPro kembali memanggil pekerjanya yang lain, yang bila diteliti dan diselidiki... :) ternyata kemampuannya secara akademis jauh lebih rendah dibandingkan dengan pekerja1. kita sebut pekerja2. pekerja2 mendapat tugas yang sama seperti yang diberikan PimPro kepada pekerja1 (BUKAN Melanjutkan) dan dengan waktu yang sama pula.Pekerja2 pun menuruti perintah sa ng PimPro.Seperti halnya pekerja1, pekerja2 menghadapi kesulitan yang sama, bahkan lebih sulit menurutnya.2Minggu tlah berlalu pekerjaan belum rampung juga, bahkan batanghidung pekerja2 tak tampak. mungkinkah pekerja2 lari dari tanggung jawab??? tidak, ternyata ia mencoba menenangkan kembali pikirannya, merefresh dirinya... ketika itulah ia melihat sesuatu (ntah apa itu saya lupa) yang ternyata memberikannya ide juga penerangan dalam menyelesaikan tugas dari sang PimPro. Pekerjaanpun berhasil dan selesai dalam waktu kurang dari 1 bulan oleh orang yang tidak pernah diperhitungkan..

Pekerja1 : Pintar lagi genius namun sayang dalam menyelesaikan permasalahan ia hanya terpatok pada satu cara, satu situasi, dan satu tindakan.
Pekerja2 : keberadaanya bahkan hampir tidak pernah diperhitungkan (sungguh menyakitkan berada pada posisi pekerja2) namun ia menyikapi hal ini dengan riang, tanpa rasa beban apapun. ia selalu memandang segala sesuatu dari berbagai sudut pandang yang berbeda... ia selalu berusaha untuk mengembangkan pikiran serta pola pikirnya.

apapun yang ia kerjakan, bila jarang dianggap (pdhal selalu bener) tetaplah bahagia dalam menghadapi hari hari yang dilalui. karena apa yang kita kerjakan semoga dapat memberi manfaat bagi diri sendiri dan orang lain (Walaupun jarang ada orang lain yang mengakuinya). Satu Prinsip yang harus dipegang teguh : "Apa yang saya kerjakan adalah dari Allah kembali ke Allah dan karena Allah"

Jangan pernah jadi Katak dalam tempurung yang tiada pernah mengetahui dunia luar, jadilah sebuah anak panah yang bermental Bumerang yang mau dan rela pergi sejauh nmungkin, namun tetap ingat pada asal muasal dan kampung halaman... :)

Salam Smangat Buat adik adik, teman-teman, serta para alumni dan kakak-kakak kelas ku yang akan akan terus berjuang.

Tidak ada komentar: