Senin, 23 November 2009

  1. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.
  2. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 lelaki soleh.
  3. Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk daripada 1,000 lelaki yang jahat.
  4. 2 rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik dari pada 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.
  5. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya dari badannya (susu badan) akan dapat satu pahala dari tiap-tiap titik susu yang diberikannya.
  6. Wanita yang melayani dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan mendapat pahala jihad
  7. Wanita yang habiskan malamnya dengan tidur yang tidak nyaman kerana menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba.
  8. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat isterinya dengan kasih sayang akan dipandang Allah dengan penuh rahmat.
  9. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumahtangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000 maalaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakut.
  10. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.
  11. Wanita yang memerah susu binatang dengan "bismillah" akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.
  12. Wanita yang menguli tepung gandum dengan bismillah", Allah akan berkatkan rezekinya.
  13. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di baitullah.
  14. Wanita yang menjaga solat, puasa dan taat pada suami, Allah akan mengizinkannya untuk memasuki syurga dari mana-mana pintu yang dia suka.
  15. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.
  16. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.
  17. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji.
  18. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.
  19. Jika wanita melayan suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun solat.
  20. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempoh (2 1/2 tahun), maka maalaikat-maalaikat di langit akan khabarkan berita bahawa syurga wajib baginya.
  21. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.
  22. Jika wanita memicit suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memicit suami bila disuruh akan mendapat pahala tola perak.
  23. Wanita yang meninggal dunia dengan keredhaan suaminya akan memasuki syurga.
  24. Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadat.
Hadis nabi mengenai wanita:
Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki.Ketika ditanya kepada Rasulullah akan hal tersebut, jawab baginda, "Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia".

Jumat, 26 Desember 2008

Sebuah Perjuangan

beberapa waktu yang lalu seorang sahabat kalian mengirimkan sms kepada saya. sebuah pertanyaan yang mengingatkan saya kembali kepada masa masa menjelang ujian Nasional serta pengumuman PMDK (bukan Persatuan Mahasiswa DuaKoma looo...) :) stress, perasaan galau bercampur aduk dengan harap harap cemas....
saya pun teringat kembali dengan sebuah kisah yang pernah diceritakan kepada saya pada saat kondisi dan situasi yang sama pula...
cerita ini diceritakan oleh seorang kakak pembina Rohis Yang waktu itu kebetulan duduk disebelah saya pada sebuah acara.. :) (Semoga dirinya selalu dilimpahkan keberkahan)

pada sebuah proyek pembangunan tower, seorang pimpinan proyek (PimPro) meminta salah satu anak buahnya yang dikenal ulet, pintar lagi genius (lebay..) untuk menyelesaikan proyek tersebut. dalam kasus inn sang anak buah kita sebut sebagai pekerja1. ketika pekerja1 ditawari proyek ini oleh PimPro, pekerja1 menyanggupinya dengan menjanjikan akan selesai dalam kurun waktu 1 bulan.hari berganti, minggun berlanjut, maka tibalah pada waktu kesepakatan. namun apa yang dihasilkan oleh pekerja1??? Proyek belum selesai.

PimPro kembali memanggil pekerjanya yang lain, yang bila diteliti dan diselidiki... :) ternyata kemampuannya secara akademis jauh lebih rendah dibandingkan dengan pekerja1. kita sebut pekerja2. pekerja2 mendapat tugas yang sama seperti yang diberikan PimPro kepada pekerja1 (BUKAN Melanjutkan) dan dengan waktu yang sama pula.Pekerja2 pun menuruti perintah sa ng PimPro.Seperti halnya pekerja1, pekerja2 menghadapi kesulitan yang sama, bahkan lebih sulit menurutnya.2Minggu tlah berlalu pekerjaan belum rampung juga, bahkan batanghidung pekerja2 tak tampak. mungkinkah pekerja2 lari dari tanggung jawab??? tidak, ternyata ia mencoba menenangkan kembali pikirannya, merefresh dirinya... ketika itulah ia melihat sesuatu (ntah apa itu saya lupa) yang ternyata memberikannya ide juga penerangan dalam menyelesaikan tugas dari sang PimPro. Pekerjaanpun berhasil dan selesai dalam waktu kurang dari 1 bulan oleh orang yang tidak pernah diperhitungkan..

Pekerja1 : Pintar lagi genius namun sayang dalam menyelesaikan permasalahan ia hanya terpatok pada satu cara, satu situasi, dan satu tindakan.
Pekerja2 : keberadaanya bahkan hampir tidak pernah diperhitungkan (sungguh menyakitkan berada pada posisi pekerja2) namun ia menyikapi hal ini dengan riang, tanpa rasa beban apapun. ia selalu memandang segala sesuatu dari berbagai sudut pandang yang berbeda... ia selalu berusaha untuk mengembangkan pikiran serta pola pikirnya.

apapun yang ia kerjakan, bila jarang dianggap (pdhal selalu bener) tetaplah bahagia dalam menghadapi hari hari yang dilalui. karena apa yang kita kerjakan semoga dapat memberi manfaat bagi diri sendiri dan orang lain (Walaupun jarang ada orang lain yang mengakuinya). Satu Prinsip yang harus dipegang teguh : "Apa yang saya kerjakan adalah dari Allah kembali ke Allah dan karena Allah"

Jangan pernah jadi Katak dalam tempurung yang tiada pernah mengetahui dunia luar, jadilah sebuah anak panah yang bermental Bumerang yang mau dan rela pergi sejauh nmungkin, namun tetap ingat pada asal muasal dan kampung halaman... :)

Salam Smangat Buat adik adik, teman-teman, serta para alumni dan kakak-kakak kelas ku yang akan akan terus berjuang.

Senin, 15 Desember 2008

Afwan afwan...

Assalamu'alaikum....
sahabat sahabt sekalian ...
maafkan atas kelalaian admin yang telah lama tidak melakukan posting. hal itu di karenakan kelalaian serta kekhilafan admin semata....

insya Allah admin akan rutin melakukan posting...

Wassalamu'alaikum....

Jumat, 19 September 2008

Amalan-Amalan Sunnah pada Bulan Ramadhan

1- membaca Al-Quran.

Bulan Ramadhan adalah bulan al-Quran sesuai dengan sunnah Nabi s.a.w. Ibnu Abbas RA berkata; "Nabi (Muhammad SAW) adalah orang yang paling dermawan diantara manusia. Kedermawaanya meningkat saat malaikat Jibril menemuinya setiap malam hingga berakhirnya bulan Ramadhan, lalu Nabi membacakan al-Quran dihadapan Jibril. Pada saat itu kedermawaan Nabi melebihi angin yang berhembus."

Hadist tersebut menganjurkan kepada setiap muslim agar bertadarus al-Quran, dan mengadakan ijtima`/berkumpul dalam majlis al-Quran dalam bulan Ramadhan. Membaca dan belajar al-Qur'an bisa dilakukan di dihadapan orang yang lebih mengerti atau lebih hafal al-Quran. Dianjurkan pula untuk memperbanyak membaca al-Quran di malam hari. Dalam hadist di atas, modarosah antara Nabi Muhammad saw dan Malaikat Jibril terjadi pada malam hari, karena malam tidak terganggu oleh pekerjaan-pekerjaan keseharian. Di malam hari, hati seseorang juga lebih mudah meresapi dan merenungi amalan dan ibadah yang dilakukannya.

Puasa dan al-Quran mempunyai keterkaitan yang sangat dalam. Karena itu Rasulullah s.a.w memperbanyak membaca Al-Quran dalam bulan Ramadhan. Tidak ada yang melebihi al-Quran. Allah menurunkannya lain pada kitab-kitab terdahulu, di dalamnya terdapat hukum-hukum Allah yang tegas, dari al-Qur'an mengalir petunjuk-petunjuk Allah untuk manusia, tidak ada kebohongan, tidak ada penyesatan, ia memberi syafaat kepada orang yang membaca dan mengamalkannya. Rasulullah menegaskan "Barang siapa mendapatkan syafaat al-Qur'an, maka ia akan mendapatkan syafa'at di hari Kiamat", "Barangsiapa duduk demi al-Qur'an, maka ia tidak akan berdiri keculai dengan mendapatkan kelebihan dan kekurangan, yaitu kelebihan mendapatkan hidayah dan kekurangan dari kebutaan hatinya". Dengan selalu membaca al-Quran, iman seseorang akan bertambah dan terus bertambah, dan tidak akan luntur apa yang telah ia yakini, hinggga berkuranglah keraguan-keraguan yang ada dalam jiwanya. Tidak ada satu pun penyembuh hati selain al-Quran, karena sebesar-besarnya penyakit hati adalah kekafiran dan kemunafikan serta jauh dari jalan Allah. Dan tiada penawar atas penyakit-penyakit tersebut kecuali al-Quran.

Alim Rabbany syaikh Ahmad bin Abdul-Ahmad as-Sarhindy berkata: "Sesungguhnya di dalam bulan ini (puasa) ada kaitan yang sangat erat dengan al-Quran, dimana pada bulan tersebut al-Quran di turunkan, di dalam bulan tersebut juga dipenuhi segala kebajikan dan berkah dari Allah s.w.t. Setiap kebajikan dan keberkahan yang diterima oleh umat manusia selama setahun penuh, tidak lain hanyalah setetes dari lautan rahmat Allah selama satu bulan ini. Maka sangat beruntunglah mereka yang menyambut dan menghidupkan bulan tersebut dengan melakukan amal soleh dan beribadah, dan merugilah mereka yang tidak meramaikan bulan tersebut dengan beribadah, yaitu mereka yang berpaling dari keberkahan dan kebaikan."

Dengan demikian, Ramadhan merupakan pesta ibadah, blantika tilawah bagi ummat Islam. Ia ibarat musim semi orang-orang yang muila dam bertaqwa, hari raya bagi hamb-hamba yang shalih, diramaikan dengan mendirikan ajaran-ajaran agama, kebeningan hati dalam ibadah dan berlomba-lomba dalam kabaikan. Seluruh ummat muslim dari segala penjuru dunia serentak berbondong-bondong menyambut kedatangan bulan suci tersebut dengan menghidupkan suasana yang penuh rahmat dan barokah. Allah telah menganugerahkan rahmat dan pertolongan-Nya kepada hambanya yang beramal soleh, mereka yang tidak segan-segan melaksanakan ajaran-ajaran Allah dan selalu asyik tanpa rasa jemu dalam mengamalkan perintah-Nya. Hati mereka selalu bergantung kepada Allah dan setiap hembusan nafas mereka terarah kepada kebaikan.

2.Menahan hawa nafsu dan kesenangan duniawi.

Yaitu dengan mengurangi makan ketika berbuka serta tidak berlebih-lebihan. Dalam sebuah ahdist dikatakan "Tidak ada perkara yang lebih buruk dari pada memenuhi isi perut dengan makanan secara berlebihan". Ruh puasa terletak pada memeperlemah syahwat, mengurangi keinginan dan mengekang nafsu.

Dari Sahal bin Sa'ad r.a Rasulullah s.a.w. bersabda:" Sesungguhnya di surga ada salah satu pintu yang dinamakan Rayyan: masuk dari pintu tersebut ahli puasa di hari kiamat, tidak ada yang masuk dari pintu itu selain ahli puasa, lalu diserukan "Manakah para ahli puasa?", maka berdirilah para ahli puasa dan tak ada seorangpun yang masuk dari pintu itu kecuali mereka yang tergolong para ahli puasa, dan apabila mereka sudah masuk, maka pintu sorga tersebut segera ditutup, dan tak ada satu pun yang diperbolehkan masuk setelah mereka". (Bukhari Muslim).

3.Berdo'a ketika berbuka puasa.

Abu Hurairah r.a berkata: bersabda Rasulullah s.a.w: Ada tiga golongan yang tidak akan ditolak do'anya, mereka itu adalah: orang puasa ketika berbuka, doa pemimpin yang adil dan doa orang yang teraniaya".

Untuk itu, hendakanya kita sekalian tidak melupakan saudara-saudara kita yang menderita di Palestina, Afghanistan, Kashmir dan Chechnia dan belahan bumi laninnya dalam doa kita. Betapa banyak do'a yang ihlas dan tulus, lebih berguna dibanding ribuan anak panah.

4.Qiyamullail (Tahajjud )

Solat Tarawih hukumnya sunat menurut kesepakan para ulama juga disunatkan untuk meng-khatamkan al-Qur'an selamat shalat tarawih. Hadits-hadits yang menerangkan tentang qiyamullail adalah : Sabda Rasulullah s.a.w: "Barang siapa menghidupan malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan harapan mendapatkan ridho Allah s.w.t semata, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau".

Abu Hurairah r.a meriwayatjkan bahwa Rasulullah s.a.w. senang menghidupkan bulan Ramadhan dengan melaksanakan qiyamullail dengan tidak memaksakannya kepada para sahabat untuk melaksanakannya dan bersabda:" Barangsiapa yang melaksanakan Qiyamullail pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan harapan niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau.

Alam riwaayt lain Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya Allah mewajibkan atasmu puasa Ramadhan dan disunatkan melakukan Qiyamullail pada bulan suci ini, barang siapa berpuasa dan melaksanakan Qiyamullail dengan penuh keimanan dan harapan maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau".

Dari Abu Hurairah r.a:"Kemuliaan seorang mu'min teletak pada solatnya yang ia dirikan di tengah malam dan kehormatannya terletak pada ketidak-tergantungannnya terhadap orang lain". Dari Mughirah r.a, Rasulullah s.a.w selalu bangun tengah malam melaksanakan solat malam hingga bengkak kedua telapak kakinya".

Para ulama salaf selalu mencari kesempatan untuk menghidupkan malamnya dengan shalat dan membaca Al-Quran sehingga tersentuh jiwanya. Dan apabila membaca ayat yang menerangkan kabar gembira, hatinya terselip harapan yang menggebu-gebu seolah apa yang di janjikan itu ada di pelupuk matanya. Sebaliknya, apabila membaca ayat Al-Qur'an yang menerangkan ancaman maka hati dan kedua telinganya terasa terbius, seolah dahsyatnya suara api neraka berada di ujung telinganya, lalu mereka pun meletakkan keningnya di atas bumi sambil memohon kepada Allah agar dijauhkan dari pedihnya api neraka dan meminta pertolongan agar diberi kemenangan atas musuh-musuhnya.

5. Berlomba-lomba dalam bersedekah.

Hendaknya berusaha untuk selalu memberikan ifthar(berbuka) bagi mereka yang berpuasa walaupun hanya seteguk air ataupun sebutir korma sebagaimana sabda Rasulullah yang berbunyi:" Barang siapa yang memberi ifthar (untuk berbuka) orang-orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun". (Bukhari Muslim)

Anjuran untuk berlomba-lomba dalam bersedekah dan membiasakan diri untuk berderma dan semaksimal mungkin memberikan apa yang kita punya sesuai dengan hadis Rasulullah yang diriwayatkan Ibnu Abbas yang artinya:" Rasulullah orang yang paling dermawan terlebih ketika berjumpa denga malaikat Jibril dan malaikat Jibril selalu menemuinya setiap malam dibulan Ramadhan hingga akhir bulan itu." (HR Bukhari)

Dan pada hadis yang lain disebutkan bahwasanya Rasulullah orang yang paling sempurna akhlaqnya, paling dermawan dan kedermawanannyha mencakup semua segi, di antaranya memberikan ilmu, harta, dan jiwanya kepada Allah demi menegakkan agama dan memberi petunjuk kepada hamba-Nya, membaktikan dirinya untuk ummat dalam segala aspek dan semua kedermawanannya semua hanya demi Allah. Rasulullah lebih mementingkan orang lain daripada diri sendiri, keluarga dan anak-anaknya, beliau memberikan apa yang para raja-raja tidak mampu memebrikannya, lebih suka hidup sederhana, sehingga tidak jarang dalam sebulan atau dua bulan dapurnya tidak mengepulkan asap. Kedermawaan beliau semakin bertambah ketika masuk bulan Ramadhan, karena keutamaan waktu mengartikan kautamaan beramal di dalamnya, dan menjadikan pahala berlipat ganda di dalamnya.

Membantu orang berpuasa dan orang yang menjalankan ketaatan, berhak mendapatkan pahala seperti pahala orang yg melakukannya, tanpa mengurangi sedikit pun pahalanya, karena Allah adalah Maha Dermawan terhadap hamba-Nya dengan rahmat dan maghfiroh-Nya dalam bulan Ramadhan ini. Maka sepatutnya bagi seorang hamba harus bisa membalas kebaikan-Nya dengan berderma harta dan jiwanya sehingga ia berhak mamperoleh rahmat Allah.

Di antara keutamaan sodaqah adalah meredam murka Allah dan terhindar dari suu'ul khatimah, yaitu meninggal dalam keadaan sesat. Sodaqah juga mempunyai pengaruh yang sangat luar biasa untuk menolak bermacam cobaan dan malapetaka, melebur kesalahan, meredamnya sebagaimana air mematikan api, sodaqah bisa membuat hati menjadi senang dan dada terasa lapang. Untuk itulah kita dilarang bakhil. Abdurrahman bin Auf setiap kali bertawaf di Makkah selalu berkata: "Ya Allah lindungilah aku dari jiwa yang bakhil."

6. I`tikaf di Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadhan.

I`tikaf di sepuluh terakhir bulan Ramadhan merupakan penyempurna ibadah puasa. Ini karena I'tikaf artinya mengkonsentrasikan diri menghadap Allah, mendekatkan diri kepada-Nya, dan menyibukkan diri dengan beribadah kepada-Nya. Hingga kecintaannya semata hanya kepada Allah, mengalahkan kecintaannya kepada selain Allah. Inilah tujuan I'tikaf di hari-hari terakhir bulan Ramadhan, hari yang paling utama selama bulan tersebut. Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan merupakan keutamaan yang dipilih oleh Allah SWT.

Diriwayatkan dari `Aisyah r.a. bahwasanya Nabi Muhammad saw selalu beri`tikaf di malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan hingga ajal menjemputnya, kemudian sunnah ini dihidupkan lagi oleh isteri-isteri Rasulullah selepas kematiannya" (Bukhari Muslim). Ini merupakan gambaran akan kesungguhan dalam beribadah dan kesiapan Rasulullah dalam menyambut Ramadhan.

Dari `Aisyah r.a berkata: bahwa Rasulullah s.a.w. apabila memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, beliau menghidupkan malam dan membangunkan anggota keluarganya dan beliau kencangkan pakaiannya" (Bukhari Muslim).

Saudaraku!

Ingatlah bahwa pintu menuju kebaikan itu bermacam-macam. Oleh karena itu kita seyogyanya memasuki salah satu pintu tersebut. Ahmad Bin Hanbal menegaskan : "Tidaklah dikatakan seorang itu berilmu sebelum ilmunya mencerminkan perkataannya dan ahlaknya". Dan sebagian dari pintu kebaikan adalah berdo`a karena do`a adalah penggerak dari ibadah dan sebaik-baik do`a dan dzikir adalah yang diajarkan oleh Rasulullah saw karena beliau adalah hamba yang paling tahu akan Tuhan Yang Maha Mengabulkan do`a kita.

7. Menjauhi Larangan Agama:

Hal yang perlu diperhatikan oleh seorang mu`min adalah menjaga lisan dari mengguncing dalam keadaan berpuasa sebagaimana yang dipesankan Rasulullah s.a.w: "Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan ghibah maka tiada artinya di sisi Allah baginya berpuasa dari makan dan minum" (HR: Bukhari).

Berkata Ibnu Battal: Bukan berarti kemudian ia meninggalkan puasa, tapi ini merupakan peringatan agar meninggalkan perkataan dusta dan ghibah. Adapun makna perkataan Rasul: "Tiada arti di sisi Allah s.w.t." menurut Ibnu Munir adalah: tamsil dari ditolaknya puasa yang bercampur dengan dusta. Adapun puasa yang bersih dari pekerjaan tercela tersebut, insya Allah akan tetap diterima.

Ibnu Arabi berkata: Umat-umat sebelum kita cara berpuasanya hanya menahan diri dari bicara namun diperbolehkan makan dan minum, begitupun mereka tidak sanggup, sehingga Allah meringankan dengan dihapusnya setengah hari yaitu malam dan dihapusnya setengah puasa yaitu puasa dari bicara, namun mereka tetap tidak sanggup, mereka bahkan melakukan tindakan-tindakan yang diharamkan agama. Kemudian Allah meringakan lagi untuk meningkatkan derajat manusia dengan meninggalkan perkataan dusta dan munkar. Allah pun mewayuhkan kepada Rasulullah s.a.w. "Barangsiapa yang berkata dusta atau berbuat munkar maka Allah s.w.t. tidak menerima puasanya dari makanan dan minuman. Maka beruntunglah mereka yang menyibukkan diri dengan aibnya hingga tidak memikirkan aib orang lain dan beruntunglah mereka yang tinggal di rumah, sibuk dengan ibadah kepada Allah, menangisi kesalahannya di saat manusia sedang terlelap tidur.

Selain itu, selayaknya kita tidak ikut campur urusan orang lain sehingga kita terseret dalam kemungkaran atau menjerumuskan orang lain dalam kemungkaran. Kalau ada orang yang mengganggu kita, hendaklah kita ingatkan bahwa kita sedang berpuasa, sebagaimana diajarkan Rasulullah saw: Apabila dihina oleh seseorang hendaklah ia ucapkan saya sedang berpuasa. Demi Allah yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, mulut seorang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dibanding minyak wangi misik".

Maka seorang mu`min yang menguasai syahwatnya dan menahan dirinya dari makanan dan minuman yang halal, menahan dirinya dari menggauli istrinya yang halal, seyogyanya ia juga menjaga dirinya dari hal yang jelas-jelas diharamkan di luar bulan puasa. Mulut ini, dijadikan Allah swt tidak untuk mengumpat. Mulut yang dijadikan Allah lebih harum dibanding aroma minyak misik, janganlah sengaja dikotori dengan perkataan dusta atau menghina meskipun dalam keadaan terpaksa. Hendaklah ia berkata pada dirinya: "Saya sedang berpuasa dan tidak dihalalkan bagiku berbuat hal tersebut"

Oleh Karena Itu Saudaraku hendaklah engkau buat jadwal bagimu. Aturlah waktumu dan sisakan waktu buat ibadah, jangan sampai engkau kehilangan barokah serta keutamaan Ramadhan, sesungguhnya waktu Ramadahan terlalu singkat untuk meraih seluruh keutamaannya, maka persiapkanlah dirimu sekarang untuk menghadapi bulan penuh berkah, rahmah dan maghfirah ini.

Tiada kata yang pantas untuk mengakhiri tulisan ini, selain firman Allah s.w.t. dalam surat Fatir ayat 32-34 "Kemudian kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yang kami pilih diantara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang dzalim pada diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang biasa saja dan diantara mereka ada yang lebih banyak berbuat kebaikan. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. Bagi mereka surga Eden yeng mereka masuki dengan dihiasi gelang-gelang emas dan mutiara dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera. Mereka berkata: Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan kami, sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan penerima Syukur".

KULLU AAM WA ANTUM BI KHAIR

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan

Kamis, 11 September 2008

Apa Itu Puasa?

Hai sekalian orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu puasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, supaya kamu bertaqwa." (Q.S. Al-Baqarah : 183).

Puasa adalah menahan diri dari makan, minum, dan melakukan kegiatan seksual, serta hal-hal lain sejenis itu dari sejak fajar sampai maghrib dengan niat mencari ridha Allâh.

Puasa adalah latihan untuk menguasai diri. Naluri-naluri terhadap makanan dan seks merupakan dasar kehidupan. Naluri-naluri atau hawa nafsu tersebut merupakan penggerak utama dan pamungkas yang dipunyai manusia. Demi untuk mengejar makanan dan seks sebagai tujuan utama, waktu dan tenaga kita curahkan. Apabila kita memperturutkan naluri-naluri itu maka kita dikuasai oleh hawa nafsu itu dan kitapun tak beda dengan hewan atau bahkan lebih rendah lagi yang dapat mengakibatkan hancurnya tata kehidupan. Puasa mencegah penguasaan hawa nafsu terhadap diri kita dan memungkinkan kita menguasai hawa nafsu sehingga hawa nafsu kita terkendali. Puasa tidak menolak naluri makan dan berhubungan seks secara berkelanjutan dan untuk seterusnya, melainkan hanya selama bulan Ramadhan, satu bulan dalam satu tahun, dan hanya dari fajar sampai maghrib. Dengan cara menolak dan memenuhi, menolak dan memenuhi, dan seterusnya, setiap hari selama bulan Ramadlan, kita dapat menguasai dan mengendalikan hawa nafsu, yang berarti juga menguasai dan mengendalikan diri kita. Orang yang berpuasa pun bergembira setiap berbuka puasa di saat maghrib dan saat akhir bulan Ramadlan. Setiap maghrib di bulan puasa dan di akhir bulan Ramadlan orang yang berpuasa merayakan kemenganan atas diri sendiri.

Lebih lanjut, puasa merupakan tindakan turut merasakan kelaparan dan penderitaan orang-orang fakir dan miskin sehingga timbul perasaan simpati dan keinginan untuk menolong mereka. Pertolongan itu diwujudkan dalam bentuk pemberian zakat, shadaqah, dan infaq kepada mereka serta perhatian yang bersifat menolong pihak yang lemah.

Selain dari menghindari hal-hal diatas orang yang berpuasa juga menahan diri dari perbuatan-perbuatan dosa yang dilakukan melalui mata, mulut, telinga, tangan, kaki, dan anggota-anggota tubuh lainnya. Mata dihindarkan dari melihat hal-hal yang maksiat sehingga membuat lupa kepada Allâh. Mulut dihindarkan dari membicarakan hal-hal yang tidak berguna, berbohong, menggunjing, memfitnah, menghina, berkata jorok, berkata munafik, berkata yang bermusuhan, dan sejenisnya. Telinga dihindarkan dari mendengar kata-kata jahat seperti diuraikan diatas. Tangan dan kaki dihindarkan dari melakukan tindakan-tindakan dosa.

Intro

Selama Bulan Ramadhan, admin akan terus berusaha menampilkan bahasan bahasan mengenai Puasa. mulai dari arti puasa hingga yang membatalkan puasa. namun materi akan di post secara bertahap.

jadi... SELAMAT MENIKMATI SAJIAN BLOG INI... dan....
SELAMAT MENUNAIKAN IABADAH PUASA
.... :)

Selasa, 09 September 2008

Ketika Cinta Terlihat

Ketika Cinta Terlihat

Cinta itu indah. Begitu para penyair mengatakan. Hanya satu kata, tapi menyimpan beribu, bahkan lebih, makna. Sebuah rasa yang begitu dalam, sehingga tidak dapat dilukiskan kecuali ketika berada di dalamnya. Ya, cinta itu indah. Berada di ruang kehidupan yang luas, sangat luas, bahkan melebih luasnya jagat raya ini. Tidak ada yang dapat menampungnya dan merasakan ketulusannya kecuali jiwa yang sederhana dan mau merasakan, menerima cinta apa adanya.

Cinta itu amanah, amanah yang tidak ringan. Amanah yang tidak mudah dijaga dan dibawa kesuciannya hingga ke akhirat kelak. Bahkan ketika menulis kata cinta ini pun terasa tidak mudah. Ya, karena cinta berasal dariNya. Layaknya manusia yang diciptakan menjadi khalifah di bumi, ketika bukit dan gunung tak mampu menerimanya, hanya manusia yang bisa merasakannya.

Cinta itu tidak terlihat, karena para pecinta sejati hanya mengenal satu pekerjaan besar dalam hidup mereka, memberi. Bahkan mungkin kita sendiri tidak mengetahui bahwa cinta saat ini sedang memberi. Bahkan mungkin kita sendiri tidak menyadari bahwa walau kita menyakiti, ia akan terus memberi. Terus memberi tanpa pernah terhenti. Kalau kita mencinta seseorang dengan tulus, ukuran ketulusan dan kesejatian cinta kita adalah apa yang kita berikan padanya untuk membuat kehidupannya menjadi lebih baik.

Kita adalah air, maka ia tumbuh dan berkembang dari siraman air kita. Kita adalah matahari, maka ia besar dan berbuah dari sinar cahaya kita. Apakah kita melihatnya? Seperti pohon tergantung dari siraman air dan cahaya matahari. Maka itu ketergantungan produktif. Ketergantungan yang menghidupkan. Di garis ini, cinta adalah cerita tentang seni menghidupkan hidup. Mereka menciptakan kehidupan bagi orang-orang hidup. Karena itu, kehidupan yang mereka bangun seringkali tidak disadari oleh orang-orang yang menikmatinya. Tapi begitu sang pemberi pergi, mereka segera merasakan kehilangan yang mendalam.

Cinta itu tidak terlihat, tapi tahukah kita untuk "melihatnya"? Caranya sederhana. Simak dulu pesan Umar bin Khattab RA, "Hanya ada satu dari dua perasaan yang mungkin dirasakan oleh setiap orang pada saat orang yang paling berarti atau pasangan hidupnya wafat, merasa bebas dari beban hidup atau merasa kehilangan tempat bergantung."

Cinta itu tidak terlihat, dan terkadang baru "terlihat" ketika dalam ketiadaan. Ketiadaan yang memberikan arti bahwa ia ada. Ketiadaan bahwa baru saja kita kehilangan yang selama ini memberi arti kepada kita. Ketiadaan yang telah memberikan kita hidup menjadi satu nafas dan ketika kehilangannya kita serasa kehilangan separuh nafas kita. Ketiadaan yang baru kita sadari setelah air mata menetes memberi kita arti hidup yang jauh lebih berarti ketika bersama untuk mendekatiNya.

Maka, apakah ketika cinta terlihat, saat ia sudah pergi atau saat ia masih ada? Kitalah yang menentukan. "Jangan tanya akal kita tentang cinta itu apa. Pastilah akal akan menunjukkan kekurangannya, dan cinta itu pun tak akan terasa dan menyapa. Tapi tanyailah hati. Jika ia menjawab positif, walau tak bulat, maka tugaskan akal mencari pembenarannya."

"Karena cinta dan demi cinta langit dan bumi diciptakan, dan atas dasarnya makhluk diwujudkan, demi cinta seluruh planet beredar dan dengannya pula semua gerak mencapai tujuannya serta bersambung awal dan akhirnya. Dengan cinta, semua jiwa meraih harapannya dan mendapatkan idamannya serta terbebaskan dari segala yang meresahkannya." Ibn Qayyim Al-Jauziyah.

Wallahu a'lam bish-shawab.